Pencegahan Dan Cara Mengatasi Mual Dan Muntah Pada Anak

Bagi anak anak, penyakit mual, kejang perut dan muntah merupakan hal yang kadang terjadi, terlebih apabila menginjak musim hujan atau musim dingin. Kondisi tubuh yang kurang kuat menahan keadaan alam yang demikian menjadikan anak mengalami masuk angin dan mual-mual hingga menyebabkan muntah dan kejang perut.
Pencegahan Dan Cara Mengatasi Mual Dan Muntah Pada Anak
Sebagai orang tua, kita pasti akan merasa khawatir dengan kondisi anak yang menderita penyakit mual dan muntah tersebut. Namun sebetulnya apabila kita memiliki kesiapan dalam mengatasinya, maka hal itu tidak perlu dikhawatirkan!

Mengingat cuaca yang semakin ekstrim seperti sekarang, terlebih pada musim hujan, maka orang tua perlu melakukan tindakan preventif atau pencegahan agar jangan sampai anak mengalami gangguan kesehatan. Tindakan yang bisa kita lakukan antara lain :

  • Memastikan tubuh anak tetap hangat dan tidak mudah masuk angin. Misalnya dengan memakaikan jaket, sepatu tertutup, memandikannya dengan air hangat, mengusapkan minyak telon atau kayu putih ke seluruh badan anak terutama bagian perut dan punggung.
  • Menjaga pola makan dan menu makan yang diberikan. Makanan menjadi faktor penting yang menyebabkan penyakit mual dan muntah pada anak. Menu makanan yang tidak disukai anak akan membuat nafsu makannya berkurang, begitu juga pola makan yang tidak teratur dapat menyebabkan sistem pencernaannya tidak normal sehingga menyebabkan mual.
  • Hindari membawa anak keluar rumah apabila tidak terlalu penting. Kegiatan jalan jalan, sekedar main atau rekreasi sebaiknya jangan terlalu sering dilakukan di musim hujan karena cuaca dingin dan angin sangat memungkinkan anak untuk terserang sakit.

Adapun Cara Mengatasi Mual dan Muntah pada Anak antara lain:

  • Untuk Mengurangi tingkat dan intensitas mual, Agar intensitas muntah dan mual bisa dikurangi, maka upaya yang bisa dilakukan dengan cara mengoleskan kayu putih atau minyak telon ke dada, perut, punggung, tangan, kaki, dan leher agar menjaga badan anak tetap hangat. Wangi dari minyak yang dioleskan tersebut sedikitnya bisa mengurangi rasa mual yang diderita oleh anak.
  • Tetap memberikan asupan nutrisi. Apabila muntah terus terjadi, hal itu membuat perut anak menjadi kosong! Agar anak tetap dalam kondisi yang fit dan kesehatannya tidak makin drop, pastikan untuk mensupplai nutrisi yang dibutuhkan seperti biasanya. Walaupun anak tetap muntah, maka tetaplah untuk memberikannya karena nutrisi dan gizinya dapat diterima oleh tubuh anak. Tetapi cobalah untuk memberikan makanan yang ringan tetapi kaya nutrisi, seperti buah apel dan roti gandum. Makanan padat dengan jumlah yang banyak akan membuat anak semakin mual. Untuk mensiasati agar makanan yang diberikan membuat nafsu makan anak meningkat, maka orang tua perlu mempersiapkan menu khusus yang berbeda dari biasanya, misalnya dengan mem-variasikan penyajiannya ataupun dengan mengganti beberapa bahan yang biasa dengan bahan yang lain.
  • Minum banyak air putih. Muntah akan meningkatkan resiko dehidrasi pada anak, oleh karena itu berikan si kecil lebih banyak air putih.
  • Menghindarkan berbagai gangguan alam. Sebagai pelengkap kedua upaya diatas, maka langkah selanjutnya yang bisa Anda upayakan adalah dengan menghindarkan berbagai gangguan alam seperti cuaca dingin, angin, dan lain sebagainya. Caranya adalah dengan memakaikan pakaian hangat, memakaikan penutup kepala (kalau bisa yang menutup telinga sekaligus), dan memakaikan kaos kaki dan kaos tangan. Dengan pakaian yang demikian, maka anak akan terhindar dari gejala alam yang bisa membuat kondisinya bertambah parah, dan lambat laun kondisi anak akan membaik secara berangsur.
  • Bawa anak ke dokter, jika mual dan muntah terjadi semakin sering dan suhu tubuh anak panas mencapai 38.5oC .

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*