Siapapun Bisa Jadi Polisi!

Gov7 – Siapapun Bisa Jadi Polisi!. Ya memang benar mengabdi kepada Negara, mengayomi masyarakat dengan mengabdikan diri menjadi seorang polisi adalah hak semua warga negara, kesungguhan dan keuletan menjadi kuncinya, bukan uang segalanya. Banyak pandangan negatif belakangan ini untuk menjadi seorang polisi haruslah mempunyai biaya yang sangat besar, namun pandangan itu dipatahkan oleh seorang Bripda Taufiq yang menjadi anggota Sabhara Polda DIY.Siapapun Bisa Jadi Polisi!
Muhammad Taufiq Hidayat yang kini menyandang pangkat Bripda menjadi buah bibir seantero negeri. Kisah hidupnya yang miris membuat Bripda Taufiq menginspirasi banyak orang karena haru.

Dalam segala keterbatasan, anak pertama dari Triyono ini bisa meraih mimpinya menjadi seorang anggota Polisi. Bripda Taufiq kini menjadi seorang anggota di Satuan Sabhara Polda DIY.

Tidak mudah perjuangan yang dilalui Taufiq untuk meraih cita-citanya itu. Namun dengan kerja keras dan semangat yang tinggi, Taufiq akhirnya berhasil meraih mimpinya menjadi seorang Polisi.

Kisah hidup Bripda Taufiq memang sungguh miris. Perjalanan hidupnya membuat banyak orang haru, iba tetapi kemudian salut atas semangatnya.

Taufiq, bersama Bapak dan 3 adiknya tinggal di bangunan berukuran 4×7 meter di antara kandang-kandang sapi. Bangunan tersebut tidak memiliki daun pintu, hanya gorden kucel yang menutupnya. Sementara itu di depan bangunan tersebut, ada sebuah meja yang di atasnya tergeletak peralatan makan.

Sebelum menjadi polisi, Bripda Taufiq pernah melakoni berbagai pekerjaan. Mulai dari penambang pasir di sungai Boyong sampai menjadi penjaga perpustakaan di SMK 1 Sayegan tempatnya dulu menimba ilmu.

Pada tahun 2014 Taufiq kemudian mendaftar untuk jadi polisi. Berkat usahanya dia akhirnya lulus ujian. Dia pun menyelesaikan pendidikan polisinya 29 Desember 2014 lalu dan kini bertugas di satuan Sabhara Polda DIY.

“Saya sampai puasa Senin-Kamis, itikad biar bisa diterima. Bukan cuma karena cita-cita saya, tapi demi adik-adik dan bapak. Alhamdulillah Allah mendengar doa saya,” ucap Taufiq.

Taufiq percaya dengan usaha keras dan doa, cita-citanya untuk menjadi polisi bisa terkabul. Semangatnya yang tinggi membuatnya meraih cita-citanya sebagai seorang abdi negara.

Tak punya kendaraan, Bripda Taufiq berangkat ke Polda dengan berlari. Sebelum selesai azan subuh berkumandang, Bripda Taufiq Hidayat sudah siap dengan seragam cokelat kebanggaannya. Usai salat, diam-diam dia menyelinap keluar dari rumahnya, lalu mulai berlari menuju tempatnya kerja di Polda DIY.

Jalanan masih gelap saat dia menyusuri jalan raya yang sepi. Perut yang masih kosong dan udara dingin tidak lagi dipedulikannya.

Baru seperempat perjalanan keringat sudah mengucur. Dia pun memperlambat larinya sejenak. Setelah energi terkumpul kembali, dia menarik napas dalam-dalam lalu mulai berlari kencang lagi. “Sekitar satu jam baru sampai sini (Polda),” kata Bripda Taufiq.

Gaji pertama untuk ngontrak rumah layak bagi bapak & 3 adiknya, Dia pun senantiasa berdoa agar suatu saat nanti dia bisa memiliki rumah yang besar dan nyaman untuk keluarganya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*